Sabtu, 19 Januari 2013
Hati Yang Kuat
Kekuatan
adalah kemampuan dalam kita melakukan berbagai hal. Kekuatan menurut saya dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu kekuatan fisik dan batin. Keduanya sangat
diperlukan dalam menjalani kehidupan kita. Kekuatan fisik merupakan kemampuan
dan ketahanan tubuha kita dalam melakukan berbagai hal sehingga kita dapat
melakukan berbagai hal dengan baik. Kekuatan batin merupakan kemampuan dan
ketahanan hati dan pikiran kita dalam menahan dan mengatasi berbagai beban dan
masalah yang kita hadapi. Namun yang terutama dalam kehidupan kita adalah
kekuatan batin. Karena tanpa kekuatan batin kekuatan fisik kita seakan menjadi
tak berguna. Tapi bila batin kita kuat meskipun fisik kita lemah, kekuatan
batin akan membuat kita bertahan melawan berbagai masalah sehingga kekuatan
fisik kita yang lemah dapat dikuatkan. Seperti saat ini di mana kekuatan
pikiran dapat menghasilkan berbagai kekuatan yang sangat besar yang jauh
melebihi kekuatan fisik kita. Hal itu disebabkan karena kekuatan batin kita
menimbulkan kemauan, harapan dan semangat untuk hidup. Namun kekuatan fisik kita tetap harus kita
jaga untuk kelangsungan hidup kita. Yang terpenting kita harus tetap menjaga
kondisi batin dan terus meningkatkan kekuatan kita sehingga kita dapat
menghadapi berbagai masalah dan rintangan di dalam kehidupan ini.
Keindahan Kodrati Manusia Adalah Keindahan Hati Nurani
Keindahan Kodrati Manusia Adalah Keindahan Hati Nurani
Posted on September 3, 2012 · Posted in Bimbingan Kasih, Kasih Lestari
Keindahan sejati berpancar ketika seseorang menjadikan hati
nurani yang cemerlang sebagai penguasa atas jasmaninya. Hati nurani
mengendalikan setiap ucap kata, setiap tindak perbuatan, setiap niat dan
pikiran. Bahkan pada setiap kerutan dahi dan senyuman; ataupun saat
kita berbicara, diam, bergerak, duduk, atau berbaring; saat bekerja,
baik di saat aktif maupun passif, saat mengantar atau menjemput tamu.
Jika sikap kita terhadap orang lain—kapan dan di manapun, baik dalam
urusan pribadi maupun kepentingan umum—senantiasa berada di bawah
kesadaran nurani, inilah manifestasi keindahan alam. Singkatnya,
keindahan kodrati manusia adalah keindahan dari pribadi Maitreyani,
Keindahan Ilahi, Keindahan kasih, Keindahan hati nurani, adalah
keindahan dari jiwa yang wajar dan asali. Keindahan kodrati manusia
terlihat dari bagaimana sikap kita dalam menggunakan mata untuk melihat,
terlihat dari bagaimana sikap kita saat menggunakan telinga untuk
mendengar, terlihat dari kata-kata yang keluar dari mulut kita, terus
berkembang dan menyebar melalui setiap tindak perbuatan yang kita
lakukan, terlihat dalam setiap benak dan pikiran kita, dan juga terlihat
dari bagaimana kita menggunakan hidung untuk membaui dan mulut untuk
mengecap makanan. Indahnya langit, bumi, laksa makhluk, dan sejuta benda
begitu menggugah, begitu memikat dan mengundang kerinduan. Semua ini
adalah karena langit, bumi, dan laksa makhluk tidak mementingkan diri
sendiri, tiada ego, tak pernah menganggap dirinya telah berjasa bagi
umat manusia. Mereka tak menuntut bayaran, tak mengharapkan balas jasa,
bahkan tak ingin dikenal, namun selamanya memberi dan menyumbang dalam
keheningan, tanpa keakuan. Demikian pula dengan keindahan kodrati
manusia yang begitu menggugah, begitu memikat, membangkitkan kekaguman
dan ketulusan dalam hati, karena keindahan kodrati manusia sejalan
dengan keindahan langit-bumi dan laksa makhluk. Kegagalan mewujudkan
keindahan kodrati telah mengakibatkan terbentuknya konsep hidup,
kehidupan dan gaya hidup yang keliru, yang kemudian melahirkan konsep
beragama yang ekstrim, konsep seni dan estetika yang menyimpang.
Kesalahan terbesar dalam kehidupan manusia adalah terjebak dalam
kurungan dua tembok baja konsep dualisme dunia, dan seumur hidup tak
mampu melepaskan diri darinya. Dua tembok baja dualisme ini telah
mengakibatkan terbelenggunya kehidupan, pola pandang, serta daya
estetika manusia. Manusia tak berdaya, tak dapat berkutik di dalamnya,
selamanya terkungkung tanpa pernah bebas! Perjalanan hidup manusia ke
depan pun hanya menjanjikan jeritan dan rintihan. Kapan manusia bisa
terbebas dari tembok dualisme dan jurang perbedaan yang dalam ini?
Buddha Maitreya telah menjadi teladan sempurna dalam mewujudkan
keindahan kodrati manusia dalam dirinya. Beliau sungguh menyadari bahwa
hanya dengan mewujudkan keindahan kodratinya, barulah seorang manusia
bisa mendapatkan kebahagiaan, sukacita, dan hidup yang sempurna, tidak
lagi menderita dan terbelenggu oleh perangkap dualisme. Karena terbebas
dari segala belenggu konsep dualisme dunia, maka langit, bumi, dan laksa
makhluk mampu menampilkan keindahan kodratinya. Tak ada dualisme bagi
langit, bumi, dan laksa makhluk, karena itu langit, bumi, dan laksa
makhluk bebas leluasa tidak terikat. Hina-mulia, mendapat-kehilangan,
pujian-cemoohan, penghargaan-fitnahan, mujur-malang, untung-rugi,
lancar-penuh rintangan, sukses-gagal, kaya-miskin, pintar-bodoh,
cantik-jelek, tinggi-rendah, kalah-menang, berhasil-putus asa,
keras-lembut, baik-buruk, dan lainnya, adalah perangkap dualisme dunia.
Dualisme telah menjadi sumber penyebab duka sekaligus halangan yang
terbesar dalam hidup manusia. Dari dulu hingga kini, noda hitam tanpa
obat penawar, sekaligus kesalahan yang paling sukar ditebus dalam
kehidupan manusia adalah bahwa manusia menjadikan kondisi dualis ini
sebagai segala-galanya dalam hidup mereka! Buddha Maitreya mengajarkan
bahwa semua dualisme dunia hanyalah suatu proses dalam menjalani
kehidupan, sama sekali bukan tujuan dari kehidupan itu sendiri.
Sesungguhnya dualisme bukanlah hal yang utama, melainkan hanyalah
kondisi pendukung dalam proses memwujudkan cahaya kehidupan. Dualisme
dunia hanyalah pernak-pernik kehidupan, bukan intisari dari hidup itu
sendiri. Jika kita terjerumus dalam perbedaan hina-mulia,
mendapatkan-kehilangan, untung-rugi, keberuntungan-kemalangan,
miskin-kaya, dan dualisme lainnya, maka kita akan hidup dalam
penderitaan, menghadapi nasib hidup yang tragis, hidup kita akan penuh
dengan pertikaian serta perebutan kepentingan. Harkat dan martabat yang
paling mulia dalam diri seorang manusia terletak pada kecemerlangan
Nurani. Yaitu saat manusia mampu mewujudkan panggilan nurani,
memancarkan keindahan kodrati dirinya untuk menguntungkan dan
mendatangkan kebahagian bagi seluruh dunia, bagi seluruh umat manusia,
untuk tanah air tercinta, dan bagi lingkungan sekitarnya. Sebaliknya,
nilai hidup menjadi hina dan nista apabila hati nurani tidak berpancar
cemerlang. Segala prilaku kita dapat membahayakan keselamatan dunia,
merusak stabilitas negara, mendatangkan malapetaka dan kerusakan pada
lingkungan sekitar, dan melukai sesama umat manusia. Terlebih, apabila
kita tidak memancarkan kecemerlangan Nurani, tak mampu menampilkan
keindahan kodrati sebagai seorang manusia, namun senantiasa dimuliakan
dan mendapatkan pujian, ini adalah suatu kekotoran terbesar dalam
kehidupan manusia.
Selasa, 15 Januari 2013
Pengertian Cinta
Pengertian Cinta
Pengertian cinta
itu sendiri sulit dibedakan batasan ataupun pengertiannya, karena cinta
merupakan salah satu bentuk emosi dan perasaan yang dimiliki individu.
Dan sifatnyapun subyektif sehingga setiap individu akan mempunyai makna
yang berbeda tergantung pada penghayatan serta pengalamannya.
Jenis-jenis Cinta
Jenis-Jenis Cinta menurut Kelly dalam buku kesehatan reproduksi remaja membagi cinta itu menjadi 3 jenis yaitu:
1. Cinta karena nafsu
Yaitu cinta yang mengakibatkan hubungan
antar dua orang tidak terkontrol lagi, emosi sangat menguasai akal sehat
seseorang sehingga perilaku seolah terjadi secara spontan untuk
menjawab rangsangan emosi yang berlebihan
2. Cinta pragmatis
yaitu cinta terjadi keseimbangan antara dua orang, ada rasa suka dan duka, serta adanya timbal balik.
3. Cinta altruistik
biasanya terjadi pada seorang ibu kepada anaknya, cinta ini disertai kasih sayang yang tidak ada batasnya.
Cinta itu berada pada ranah emosional
dan rasional. Cinta emosional ini datang dan pergi tanpa
diprediksi,misalkan: aku mencintaimu pada pandangan pertama, meski aku
tak bahagia bersamanya aku tetap mencintainya dll.
Ciri-ciri cinta emosional
- Adanya perasaan yang sangat kuat, normalnya diarahkan pada lawan jenis, dimana yang ada pada pikiran serta hati adalah bayangan kekasihnya
- Adanya egoisme, biasanya ada harapan-harapan bahwa kekasihnya adalah ideal yang ada dipikirannya dan merasa kecewa kalau kekasihnya berbeda dengan apa yang ia harapkan
- Cinta emosional mengandung unsur erotisme,yang biasanya ingin mengungkapkan rasa cintanya dengan berpegangan tangan, berpelukan dll. Sedangkan cinta rasional tidak didominasi oleh perasaan yang kuat tetapi lebih pada akal pikiran. Cinta rasional ini biasanya tidak peduli apakah perasaannya kepada seseorang yang dikuasai ini dibalas atau tidak, karena ciri utama dari cinta ini adalah memberi tanpa pamrih dan tanpa syarat.
Reaksi Psikologis Dan Fisiologis Pada Saat Muncul Cinta
Ketika orang lagi kasmaran, maka dalam
tubuhnya akan memproduksi hormon Phenthylamine ( PEA), efeknya adalah
terjadi peningkatan suhu tubuh, gula dan tekanan darah, denyut jantung
akan lebih cepat dan berkeringat, orang tersebut juga menjadi penasaran,
salah tingkah, bergairah (bersemangat), dan gembira.
Tanda- tanda Cinta
Cinta merupakan hal yang sangat
subyektif, satu orang dengan orang lainnya akan memaknakan secara
berbeda. Namun ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya perasaan cinta:
1. ada unsur keterkaitan dan kekaguman
biasanya cinta didahului oleh rasa ketertarikan dan kekaguman, baik itu karena penampilan fisik, sifat, kemampuan atau materi. Hal mana yang menjadikan seseorang itu tertarik tiap orang itu berbeda-bada.2. teringat terus dalam ingatan
perasaan cinta membuat bayangan tentang orang yang dicintainya selalu ada dalam ingatan.3. adanya pengorbanan
perasaan cinta menimbulkan perasaan ingin berbuat apa saja yang dapat membahagiakan dan menyenangkan orang yang dicintai4. adanya ketertarikan seksual biasanya muncul rasa ingin selalu bertemu serta keinginan untuk bersentuhan secara fisik
Arti Cinta Pada Pandangan Pertama
Cinta pada pandangan pertama
ini baru pada tahap persona pada ketertarikan fisik saja. Cinta ini
digolongkan dalam passionate love yang ditandai oleh rasa rindu yang
hebat untuk bertemu. Ketertarikan pada pandangan pertama ini bisa
berubah dan berkembang menjadi cinta, tapi harus diikuti oleh proses
selanjutnya yaitu perkenalan dan penjajakan.
Beda Cinta Dan Sayang Pengertian Cinta
Biasanya masyarakat membedakan cinta ini
lebih pada lawan jenis (pacar atau suami), sementara sayang itu
berlaku secara umum (orang tua, saudara)
Dampak Cinta Dalam Kehidupan Remaja
Cinta merupakan hal yang normal, bahkan remaja seringkali
bertanya-tanya apakah dirinya normal. Cinta juga menambah keceriaan
dalam kehidupan manusia dan penuh dengan nuansa emosi dan perasaan
(benci, sedih, sayang, rindu, kesal dll).
KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Teori komunikasi adalah satu
pandangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja
untuk sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan
Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah
komunikasi yang hendak dibuat. Melalui penulisan ini pejelasan tentang beberapa
teori komunikasi akan dibuat. Terdapat dua aspek utama yang dilihat
secara tidak langsung dalam bidang ini sebagai satu bidang pengkajian yang
baru. Aspek pertama ialah perkembangan dari beberapa sudut atau kejaidian
seperti teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia. Teknologi
komunikasi contohnya radio, televisi, telefon, setelit, rangkaian komputer
telah menghasilkan ide untuk mengetahui apakah kesan perkembangan teknologi
komunikasi terhadap individu, masyarakat dan penduduk disebuah negara.
Perkembangan politik dunia, memperlihatkah bagaimana kesan politik terhadap
publik sehingga menimbulkan propaganda dan pendapat umum. Seterusnya
perkembangan perindustrian seperti perminyakan dan perkapalan menuntut betapa
perlunya komunikasi yang berkesan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas
agar mencapai maksud atau tujuan organisasi tersebut. Aspek kedua ialah dari
sudut kajian di mana para pelajar berminat untuk mengkaji bidang-bidang yang
berkaitan dengan komunikasi seperti mereka yang dari bidang psikologi sosial
mengkaji penggunaan teknologi baru terhadap kesan tayangan animasi kepada
anak-anak , propaganda dan dinamik kelompok. penjelasan atas politik dunia
seperti menganalisa propaganda Nazi yang mampu mempengaruhi pendengar sehingga
mereka patuh dan bersatu. Selanjutnya kajian awal penyelidik atas perindustrian
yang pada separuh abad ke-20 tertuju kepada memenuhi keinginan sektor pemasaran
untuk mengetahui komunikasi dengan lebih dekat setelah pengiklanan menunjukan
kepentingannya. Oleh karena itu, bidang komunikasi mengambil langkah dan maju
kedepan setelah berlakunya pengembangan dari sudut teknologi komunikasi,
perindustrian dan politik dunia serta kajian-kajian yang telah dilakukan.
Sehingga bidang komunikasi menjadi bidang pengkajian yang baru dan mula
diminati oleh banyak orang. Namun, bidang yang menjadi asas kepada bidang
komunikasi ialah bidang-bidang sains sosial seperti sosiologi, pendidikan,
psikologi sosial, pengurusan, antropologi dan psikologi.
Komunikasi lisan
komunikasi lisan secara langsung adalah
komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka
secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka.lisan
ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada
saat wawancara, rapat, berpidato.
komunikasi lisan yang tidak langsung adalah
komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone,
VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan
bicara.
Komunikasi tulisan
komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di
lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung
dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh
penerima.Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan
lain sebagainya.
komunikasi tulisan juga dapat melalui
naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi
naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat
kabar, majalah, buku-buku dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi
secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain
sebagainya.
KOMUNIKAS VERBAL
Komunikasi verbal adalah
komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa
merupakan pencapaian manusia yang paling
impresif. Ada
aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu
KOMUNIKASI NONVERBAL
Komunikasi nonverbal adalah
proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak
menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah
menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi
wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian,
potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara
seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan
gaya berbicara.Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan
definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak
menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan.
Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai
komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara
tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda
dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal
ataupun nonverbal.
JENIS - JENIS KOMUNIKASI NONVERBAL :
KOMUNIKASI OBJEK
Komunikasi objek yang paling umum adalah
penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang
digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe.
Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya
menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang
yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada
yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek
adalah seragam.
Sentuhan
Haptik adalah bidang yang mempelajari
sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk:
bersalaman, menggenggam tangan, berciuman,
sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.
Masing-masing bentuk komunikasi ini
menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh.
Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu
perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.
Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari
penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu
dalam komunikasi nonverbal meliputi
durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang
dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu
tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).
Gerakan tubuh
Dalam komunikasi
nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak
mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh
biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya
mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan
sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan
kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau
untuk melepaskan ketegangan
Proxemik
Proxemik atau bahasa ruang, yaitu jarak
yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk
juga tempat atau lokasi posisi Anda berada. Pengaturan jarak menentukan
seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban Anda dengan orang
lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka dan
perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol sosial.
Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
Jarak intimJarak dari mulai bersentuhan sampai
jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk bercinta,
melindungi, dan menyenangkan.
Jarak personalJarak yang menunjukkan
perasaan masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga menunjukkan
keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah kaki
sampai empat kaki.
Jarak sosialDalam jarak ini pembicara menyadari
betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak ini pembicara berusaha tidak
mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak
antara empat kaki hingga dua belas kaki.
Jarak publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI
Kita sering melihat dua orang
sahabat bertengkar hebat hanya karena masalah sepele. Banyak suami istri
yang bercerai, padahal mereka saling mencintai, hanya karena ego dan
tidak mau saling memahami. Organisasi bisa hancur dan pecah karena
anggotanya tidak kompak. Dua pihak berseteru karena merasa yang paling
benar. Semuanya itu berpangkal dari masalah komunikasi.
Komunikasi adalah hal yang sangat
penting ketika kita mulai berhubungan dengan orang lain. Kesuksesan dan
kegagalan dalam hidup ini sebenarnya adalah karena faktor komunikasi.
Perang dan perdamaian ada juga karena faktor komunikasi. Semuanya
berhubungan dengan komunikasi. Komunikasi ibarat poros yang menjadi inti
dari semua kegiatan yang ada di bumi.
Seperti yang sudah dicontohkan,
komunikasi tidak selalu berjalan lancar. Ada faktor-faktor yang membuat
komunikasi dua pihak menjadi bermasalah. Faktor-faktor tersebut
dinamakan hambatan-hambatan komunikasi. Hambatan-hambatan komunikasilah
yang menyebabkan dua pihak berseteru. Hambatan-hambatan komunikasi juga
menyebabkan perang dunia . Berikut ini merupakan hambatan-hambatan
komunikasi Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james,
A.F dan Charles Wankel .
1. Perbedaan Persepsi
Setiap orang memiliki kemampuan
yang tidak sama dalam hal mengartikan sebuah pesan atau ungkapan. Ada
orang yang mengartikan bentakan seseorang sebagai sebuah ketegasan.
Namun, ada juga orang yang mengartikan bentakan tersebut sebagai sebuah
kekejaman dan tindak kekerasan. Perbedaan persepsi inilah yang menjadi
alasan mengapa dua pihak terlibat konflik. Kadang, perkataan yang sama
bisa diartikan beda bila disampaikan pada orang yang berbeda. Setiap
orang bisa mengartikan sebuah garis lurus sebagai tiang bendera , namun
orang yang lainnya bisa mengartikan sebuah garis lurus tersebut sebagai
tanda seru. Padahal, sama-sama garis lurus.
2. Budaya
Perbedaan budaya juga menjadi
salah satu penghambat dalam komunikasi, terlebih bila masing-masing
pihak tidak mengerti bahasa yang dipergunakan. Meskipun demikian, hal
ini bukanlah masalah besar, tidak sebesar alasan nomor satu karena bisa
diakali dengan cara menggunakan bahasa simbol atau saling mempelajari
kebudayaan masing-masing.
3. Karakter Dasar
Karakter dasar manusia pada
dasarnya ada 4, yaitu koleris, melankolis, plegmatis, dan sanguinis.
Keempatnya memiliki karakter yang berseberangan. Koleris adalah karakter
kuat yang kadang suka menyinggung perasaan. Melankolis adalah karakter
yang lembut dan perasa. Sanguinis adalah karakter yang santai. Plegmatis
adalah karakter yang suka mengalah. Bayangkan bila keempat karakter ini
dipertemukan dalam sebuah komunitas , apa yang akan terjadi? Perbedaan
karakter inilah yang memang kadang-kadang menjadi penghambat komunikasi.
4. Kondisi
Kondisi saat berkomunikasi dengan
kawan bicara juga menjadi sebab kesalahpahaman terjadi. Bisa saja saat
komunikasi antara dua pihak sedang terjadi, pihak pertama sedang dalam
kondisi yang tidak enak. Akibatnya, kondisi yang tidak enak tersebut
mempengaruhi cara menangkap pesan dari kawan bicara sehingga terjadilah
kesalahpahaman. Bila sudah tahu hambatan-hambatan yang ada pada
komunikasi, kita akan tahu cara mengatasinya.
· Hambatan-Hambatan Komunikasi Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton
Di dalam komunikasi selalu ada
hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi.
Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan
dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
Menurut Ron Ludlow & Fergus
Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif
yaitu adalah (1992,p.10-11) :
1. Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status
sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status
sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang
diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut
mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2. Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa
yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran
dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang
komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab
kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan
salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation)
yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi
(miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah
penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi,
kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
3. Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat
disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri
dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap
orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan
wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4. Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena
disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial.
Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang
berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di
tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya
tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu
jenis makanan berupa sup.
5. Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh
gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi.
Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau
petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6. Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan
pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam
kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus,
suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat
televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak
dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
DEFINISI KOMUNIKASI DAN UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
Definisi komunikasi
Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris
berasal dari kata Latin communis yang berarti " sama" communico,
communicatio, atau communicare yang berarti " membuat sama" ( to make
common). Istilah (communis) adalah istilah yang paling sering di sebut sebagai
asal - usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata kata Latin yang
mirip.
Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau
suatu pesan di anut secara sama. Kata lain yang mirip adalah komunitas (
community) yang juga menekankan kebersamaan dan kesamaan. Komunitas berarti
sekumpulan orang yang berkelompok atau hidup bersama untuk mencapai tujuan
terntentu dan mereka berbagi makna dan sikap.
Misalkan kelompok partai politik, mereka biasanya menjadi
setu kelompok besar yang bisa di sebut community. Di sekolah misalkan ada
kelompok kelas satu atau kelompok anak kelas dua mereka bisa di sebut community
sekolah dan lain sebagainya. Tanpa komunikasi tidak ada komunitas kenapa ?
karena tanpa komunikasi komunitas tidak bisa berbagai pengalaman emosi bersama
dan komunikasi menjelaskan adanya kebersamaan itu.
Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari
bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik
bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang
melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna,
atau suatu pesan di anut secara sama. Kata lain yang mirip adalah komunitas (
community) yang juga menekankan kebersamaan dan kesamaan. Komunitas berarti
sekumpulan orang yang berkelompok atau hidup bersama untuk mencapai tujuan
terntentu dan mereka berbagi makna dan sikap.
Misalkan kelompok partai politik, mereka biasanya menjadi
setu kelompok besar yang bisa di sebut community. Di sekolah misalkan ada
kelompok kelas satu atau kelompok anak kelas dua mereka bisa di sebut community
sekolah dan lain sebagainya. Tanpa komunikasi tidak ada komunitas kenapa ?
karena tanpa komunikasi komunitas tidak bisa berbagai pengalaman emosi bersama
dan komunikasi menjelaskan adanya kebersamaan itu.
Menurut Lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah
upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang
berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan
adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate
Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah
suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem
lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang
bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli
yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian
komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai
penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada
dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan
perkembangan ilmu komunikasi.
Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human Communication
Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh
beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja Pengantar Ilmu Komunikasi
dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks
pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut adalahs ebagai berikut:
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang
(komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan
tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
Hovland, Janis & Kelley:1953 Komunikasi adalah proses
penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui
penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar- gambar, angka-angka dan
lain-lain.
Berelson dan Stainer, 1964 Komunikasi pada dasarnya
merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran
apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which
channel? To whom? With what effect?)
Lasswell, 1960 Komunikasi adalah suatu proses yang membuat
sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi
dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Gode, 1959 Komunikasi timbul didorong oleh
kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara
efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Barnlund, 1964 Komunikasi adalah suatu proses yang
menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
Ruesch, 1957 Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana
pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Weaver, 1949.
Kita lihat dari beberapa definisi tersebut saling
melengkapi. Definisi pertama menjelaskan penyampaian stimulus hanya dalam
bentuk kata-kata dan pada definisi kedua penyampaian stimulus bisa berupa
simbol-simbol tidak hanya kata-kata tetapi juga gambar, angka dan lain-lain
sehingga yang disampaikan bisa lebih mewakili yaitu termasuk gagasan, emosi
atau keahlian.
Definisi pertama dan kedua tidak bicara soal media atau
salurannya, definisi ke tiga dari lasswell melengkapinya dengan komponen proses
komunikasi secara lebih lengkap. Pengertian ke-empat dan seterusnya memahami
komunikasi dari konteks yang berbeda menghasilkan pengertian komunikasi yang
menyeluruh mewakili fungsi dan karakteristik komunikasi dalam kehidupan
manusia.
Ke-tujuh definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Masing-masing definisi mempunyai penekanannya dan konteks yang berbeda satu sama lainnya.
Ke-tujuh definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Masing-masing definisi mempunyai penekanannya dan konteks yang berbeda satu sama lainnya.
Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses
pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam
diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu.
Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah
suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan
pesan.
Setiap pelakuk komunikasi dengan demikian akan melakukan
empat tindakan: membentuk, menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan. Ke-empat
tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya
menciptakan sesuatu ide atau gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang
melalui proses kerja sistem syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian
disampaikan kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Bentuk dan mengirim pesan, seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh
orang lain. Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem
syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat
menimbulkan tanggapan atau reaksi dari orang tersebut. Apabila ini terjadi,
maka si orang tersebut kembali akan membentuk dan menyampaikan pesan baru.
Demikianlah ke –empat tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara
berulang-ulang. Pesan adalah produk utama komunikasi. Pesan berupa
lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau
tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka,
benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya.
Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara
beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya
komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para
pelakunya.
Unsur Komunikasi
a. Lingkungan komunikasi
Lingkungan (konteks) komunikasi memiliki 3 (tiga)
komponen penting yaitu :
Fisik, adalah ruang dimana komunikasi berlangsung yang nyata
atau berwujud. Maksudnya adalah komunikasi bersifat nyata dan real sehingga
dikatakan mempunyai tampilan fisik, baik berupa suara maupun gerakan-gerakan
sebagai tanda.
Sosial-psikoilogis, meliputi, misalnya tata hubungan status
di antara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan
budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini
juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas,
serius atau senda gurau,
Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan jam, hari,
atau sejarah dimana komunikasi berlangsung.
Ketiga komponen komuniasi tersebut saling berinteraksi satu
dengan yang lainnya, masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi.
b. Enkoding-Dekoding
Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan menghasilkan
pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan
menuangkan gagasan-gagasan kita ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar
kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi,
kita melakukan enkoding.
Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan
atau membaca) sebagai dekoding (decoding). Dengan menerjemahkan gelombang suara
atau kata-kata di atas kertas menjadi gagasan, anda menguraikan kode tadi.
Jadi, anda melakukan dekoding.
Oleh karenanya kita menamai pembicara atau penulis sebagai
enkoder (encoder), dan pendengar atau pembaca sebagai dekoder (decoder).
Seperti halnya sumber-penerima, kita menuliskan enkoding-dekoding sebagai satu
kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa anda menjalankan
fungsi-fungsi ini secara simultan. Ketika anda berbicara (enkoding), anda juga
menyerap tanggapan dari pendengar (dekoding).
c. Sumber Penerima
Sumber penerima sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan
untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah
sumber (komunikator) kaligus penerima (komunikan). Anda mengirimkan pesan
ketika anda berbicara, menulis, atau memberikan isyarat tubuh. Anda menerima
pesan dengan mendengarkan, membaca, membaui, dan sebagainya.
Tetapi, ketika anda mengirimkan pesan, anda juga menerima
pesan. Anda menerima pesan anda sendiri (anda mendengar diri sendiri, merasakan
gerakan anda sendiri, dan melihat banyak isyarat tubuh anda sendiri) dan anda
menerima pesan dari orang lain (secara visual, melalui pendengaran, atau bahkan
melalui rabaan dan penciuman). Ketika anda berbicara dengan orang lain, anda
memandangnya untuk mendapatkan tanggapan (untuk mendapatkan dukungan,
pengertian, simpati, persetujuan, dan sebagainya). Ketika anda menyerap
isyarat-isyarat non-verbal ini, anda menjalankan fungsi penerima.
d. Kompetensi Komunikasi
Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan anda untuk
berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini
mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam
mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya,
pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar
tertentu di lingkungan tertentu, tetapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan
lingkungan yang lain). Pengetabuan tentang tatacara perilaku nonverbal
(misalnya kepatutan sentuhan, suara yang keras, serta kedekatan fisik) juga merupakan
bagian dari kompetensi komunikasi.
Dengan meningkatkan kompetensi anda, anda akan mempunyai
banyak pilihan berperilaku. Makin banyak anda tahu tentang komunikasi (artinya,
makin tinggi kompetensi anda), makin banyak pilihan, yang anda punyai untuk melakukan
komunikasi sehari-hari. Proses ini serupa dengan proses mempelajari
perbendaharaan kata: Makin banyak kata anda ketahui (artinya, makin tinggi
kompetensi perbendaharaan kata anda), makin banyak cara yang anda miliki untuk
mengungkapkan diri.
e. Umpan Balik/ Feed Back
Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke
sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain.
Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke
sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik. Bila anda
menyampaikan pesan misalnya, dengan cara berbicara kepada orang lain anda juga
mendengar diri anda sendiri. Artinya, anda menerima umpan balik dari pesan anda
sendiri. Anda mendengar apa yang anda katakan, anda merasakan gerakan anda,
anda melihat apa yang anda tulis.
Selain umpan balik sendiri ini, anda menerima umpan balik
dari orang lain. Umpan balik ini dapat datang dalam berbagai bentuk: Kerutan
dahi atau senyuman, anggukan atau gelengan kepala, tepukan di bahu atau
tamparan di pipi, semuanya adalah bentuk umpan balik.
f. Gangguan
Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi yang
mendistorsi pesan. Gangguan menghalangi penerima dalam menerima pesan dan
sumber dalam mengirimkan pesan. Gangguan dikatakan ada dalam suatu sistem
komunikasi bila ini membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang
diterima.
Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik (ada orang lain
berbicara), psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala kita), atau semantik
(salah mengartikan makna). Tabel dibawah menyajikan ketiga macam gangguan ini
secara lebih rinci.
Macam
|
Definsi
|
Contoh
|
Fisik
|
Interferensi dengan transmisi fisik isyarat atau pesan
lain
|
Desingan mobil yang lewat, dengungan komputer, kacamata
|
Psikollogis
|
Interferensi kognitif atau mental
|
Prasangka dan bias pada sumber-penerima, pikiran yang
sempit
|
Semantik
|
Pembicaraan dan pendengar memberi arti yang berlainan
|
Orang berbicara dengan bahasa yang berbeda, menggunakan
jargon atau istilah yang terlalu rumit yang tidak dipahami pendengar
|
Gangguan dalam komunikasi tidak terhindarkan. Semua
komunikasi mengandung gangguan, dan walaupun kita tidak dapat meniadakannya
samasekali, kita dapat mengurangi gangguan dan dampaknya. Menggunakan bahasa
yang lebih akurat, mempelajari keterampilan mengirim dan menerima pesan
nonverbal, serta meningkatkan keterampilan mendengarkan dan menerima serta
mengirimkan umpan balik adalah beberapa cara untuk menanggulangi gangguan.
Sabtu, 08 Desember 2012
bagaimana cara menyalurkan ide melalui komunikasi
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya
komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling
bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau
menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja
antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan
komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si
pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver).
Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi
ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan
diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar
mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui
tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun
tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
- Ide (gagasan) => Si Sender
- Perumusan
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata. - Penyaluran (Transmitting)
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb. - Tindakan
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan. - Pengertian
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver. - Penerimaan
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).
Dalam membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan
dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang
sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat
penting dilaksanakannya komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif
mungkin sehingga koordinasi dan kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan
setepat-tepatnya juga.
Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila
penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan
sengaja oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah
rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan
individual.
Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang
setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut
hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan
kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan
organisasi.
Langganan:
Postingan (Atom)